Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Wednesday, April 20, 2022

 HARI KARTINI



            Hari Kartini diperingati setiap 21 April. Peringatan tersebut berawal dari adanya Keputusan Presiden RI No. 108 Tahun 1964 pada 2 Mei 1964. Berdasarkan Kepres di masa Presiden Soekarno itulah Raden Ajeng (RA) Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Peringatan 21 April sebagai Hari Kartini lantaran sesuai dengan hari lahir Kartini.

            Kartini merupakan tokoh wanita yang mampu mendobrak emansipasi wanita yang terjadi di Indonesia. Budaya turun-temurun menormalisasi seorang perempuan hanya pasif menjalani alur kehidupan.  Kartini ingin membuktikan bahwa perempuan pun bisa menggantikan peran laki-laki. Selama emansipasi wanita terjadi, Kartini menyurati sahabatnya yang berasal dari Eropa, Rosa Abendanon. Kemdian  Kartini mengangkat masalah pernikahan paksa, poligami bagi perempuan Jawa, tradisi feudal yang menindas, dan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan dalam surat yang dikirimnya. Kartini rupanya terus belajar meskipun menjalani pingitan. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.

            Kartini mendirikan Sekolah Wanita pertama oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912. Kemudian sekolah juga didirikan di Surabya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya.

            RA Kartini meninggal pada 17 September 1904 di usia 25 tahun setelah beberapa hari melahirkan. Kartini dimakamkan di Desa Bulu Kabupaten Rembang. Untuk menghormati jasa Kartini, dibangun pendopo tepat di dekat makam RA Kartini di Desa Bulu, Kabupaten Rembang. Dengan adanya pendopo itu, diharapkan memberi kenyamanan bagi orang-orang yang berziarah ke makam. Lokasi makam ini di bukit pinggir jalan raya Rembang-Blora, Jawa Tengah yang diresmikan pada 19 April 1954.

           

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini