Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Wednesday, July 21, 2021

Pengembangan Potensi Diri Dari Perspektif Islam

 Pengembangan  Potensi Diri Dari Perspektif Islam


Setiap manusia memiliki kemampuan dan potensi dalam dirinya, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Surah At Tin (QS. 95), ayat 4:

لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِیۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوٍِ ۫

Artinya: Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

          Namun pengembangan potensi diri belum tentu secara otomatis tampak. Setiap individu perlu berusaha untuk membangun potensi diri secara bertahap sesuai dengan karakter agar tujuan hidup dapat tercapai. Satu diantara strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi diri adalah membangun visi hidup. Menurut Senge (1990), visi personal datang dari dalam diri seseorang. Beberapa orang mungkin memiliki tujuan hidup tetapi tidak ada visi dalam tujuan hidup tersebut. Mereka terlalu terfokus pada keinginan agar semua masalah dalam dunia ini segera selesai, misalnya “kita ingin lingkungan bersih”, “kita ingin tingkat kriminalitas menurun” atau “kita ingin sistem pendidikan membaik” tetapi mereka tidak fokus ke cara untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka hanya fokus kepada menghilangkan masalah, bukan menyelesaikan masalah.

           Pembangungan visi sejak awal dapat membantu untuk berkomitmen pada usaha yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Dampak positif dari memiliki visi hidup adalah seorang individu memiliki semangat untuk tidak mudah menyerah. Mereka juga menjadi individu yang lebih berkomitmen, berinisiatif, cepat belajar, bertanggungjawab dan memandang kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar. 

Agar dapat memaksimalkan visi diri dalam mengembangkan potensi, kita perlu melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Awali langkah kita dengan proses refleksi diri agar kita dapat merenungi makna dan tujuan hidup kita sebagai manusia.

b. Kenali kekuatan dan kelemahan diri kita agar kita mudah menyusun strategi untuk mencapai tujuan sesuai dengan karakter diri kita.

c. Bangun prinsip diri agar kita tidak mudah goyah dengan bermacam-macam faktor internal dan ekternal yang mungkin menghambat langkah kita.

d. Fokus pada pengembangan diri yang sudah kita susun untuk masa depan. Maafkanlah segala masa lalu yang mungkin pernah menjadi penghalang kemurnian hati.

e. Menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin dan rasional yang baik sehingga kita bisa mengambil keputusan dengan tenang.


-Akbar Nasution

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini