Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Monday, July 4, 2022

Sejarah Bank Indonesia

 

Sejarah Bank Indonesia



Sejarah Bank Indonesia dimulai pada tahun 1828, pada masa pemerintahan Hindia Belanda, dengan berdirinya Bank De Javasche. De Javasche Bank adalah bank sentral negara yang bertanggung jawab untuk mencetak dan mengedarkan uang. Seabad kemudian, pada tahun 1953, De Javasche Bank berubah nama menjadi Bank Indonesia. Saat itu, Bank Indonesia adalah bank sentral dengan tiga fungsi sistem pembayaran, perbankan dan mata uang.

Selain itu, pemerintah juga memberikan kewenangan kepada Bank Indonesia untuk menjalankan fungsi bank umum seperti pendahulunya, De Java Bank. Kemudian pada tahun 1968, pemerintah mengesahkan undang-undang yang mengatur tentang Bank Indonesia, yang memuat ketentuan mengenai tugas dan kedudukan Bank Indonesia. Antara lain, undang-undang tersebut bertujuan untuk membedakannya dari bank umum lainnya.

Selain itu, misi lain Bank Indonesia adalah membantu pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Memasuki era baru pada tahun 1999, kewenangan dan tugas utama Bank Indonesia yang baru adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tugas dan wewenang Bank Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999.

Pemerintah kemudian melakukan perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagai solusi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan negara, dengan menerbitkan Perpu sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008.

Dampak dari perubahan Undang-Undang Bank Indonesia adalah meningkatkan ketahanan perbankan nasional pada masa krisis global dengan meningkatkan akses operasional perbankan dan memanfaatkan fasilitas pendanaan jangka pendek Bank Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini