Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Thursday, May 19, 2022

PERAN BOEDI UTOMO TERHADAP HARI KEBANGKITAN NASIONAL


 PERAN BOEDI UTOMO TERHADAP HARI KEBANGKITAN NASIONAL


Setiap tahun pada tanggal 20 Mei, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kebangkitan Bangsa. Hari Yayasan Nasional, atau disingkat Harkitnas, lahir pada tanggal 20 Mei 1908, ketika organisasi Boedi Oetomo didirikan. Boedi Oetomo sendiri merupakan organisasi yang terlibat aktif dalam berbagai disiplin ilmu sosial, ekonomi, dan budaya, tanpa komponen politik.

Organisasi Boedi Oetomo didirikan pada tahun 1908 oleh para sarjana Jawa atau mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding Van Indian Artsen). Mahasiswa STOVIA memanfaatkan kebijakan etis yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Pada saat jumlah orang terpelajar sangat sedikit, dan hanya sedikit yang bisa bersekolah. Etika dan Politik Untuk menjalankan politik dengan baik, kita membutuhkan orang-orang yang antusias dan terdidik untuk meningkatkan harga dirinya sebagai “orang Indonesia”.

Adanya kebijakan etis telah membawa Indonesia  ke level baru. Hal ini dikemukakan oleh salah satu tokoh penting dalam pembentukan organisasi Boedi Oetomo, Dr. Wahidin Soedilovsodo. Wahidin secara aktif mencari dukungan keuangan untuk orang-orang suku yang bijaksana tetapi tidak memiliki pendidikan yang memadai.

Cara dan metode yang digunakan para pelopor STOVIA untuk membangkitkan semangat nasionalisme mendapat reaksi positif dari pemerintah kolonial. Sementara di daerah lain, kelompok masyarakat adat masih mengutamakan kekerasan terhadap pemerintah kolonial pada saat itu. Lambat laun, konsep Boedi Oetomo  banyak ditiru, sehingga melahirkan organisasi-organisasi yang memiliki visi serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Dr. Sutomo dan pelajar STOVIA telah membentuk Asosiasi Budi Utomo untuk mengikuti resesi negara dibandingkan dengan negara lain. Kelahiran Budi Utomo menunjukkan pergeseran dari bentuk perjuangan  mengusir penjajah menjadi perjuangan dengan daya pikir dan karakter bangsa. Pada hakekatnya perjuangan daerah telah berubah menjadi perjuangan nasional yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan. Tiga Serangkai, yaitu Douwes Dekker, dr Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantoro (Suwardi Suryoningrat). Dari Budi Utomo inilah memelopori munculnya organisasi-organisasi pergerakan di masa selanjutnya, seperti Sarekat Dagang Islam (SDI), Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, dan Muhammmadiyah.



No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini