Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Saturday, May 22, 2021

Memanfaatkan Digital Bukan Hanya Sebagai Alat

 Memanfaatkan Digital Bukan Hanya Sebagai Alat


    Saat ini, kita sedang menghadapi Era Digital atau yang biasa juga disebut Era Revolusi Industri 4.0. Era ini dapat merubah segala tatanan kehidupan manusia, mentransformasi perubahan ekonomi dunia, komunitas atau kelompok, dan merubah identitas manusia itu sendiri. segala sendi kehidupan manusia akan mengalami perubahan yang signifikan mulai dari pola pikir, dan kinerjanya. Dalam bisnis model kanvas, ada kota Channel Distribution (CH) yang akan memfasilitasi distribusi produk atau jasa kepada konsumen. Channel atau jaringan (network) di dalam industri 4.0 sedikit demi sedikit sudah mulai berganti dari offline menuju online. Contoh distribusi jaringan berbasis offline yang dulu popular seperti retailer, agen penjualan, biro jasa, dll sekarang mulai berganti menjadi bisnis online dengan pasar yang lebih luas dan tanpa batas. 


    Struktur bisnis dalam industri 4.0 sudah berbasis pada aplikasi dan jaringan dengan mengedepankan konsep bisnis model yang berevolusi pada kemajuan zaman. Kewirausahaan dalam industri 4.0 harus beradaptasi pada kemajuan teknologi yang berbasis aplikasi atau minimal menggunakan aplikasi dengan cara berkolaborasi dengan pihak penyedianya. Contohnya kewirausahaan yang menyediakan platform bisnis online namun bisa digunakan oleh umum dan bagi siapapun seperti olx.com, bukalapak.com, atau tokopedia.com. Olx.com adalah situs bisnis iklan baris yang fokus pada kegiatan membeli dan menjual produk dan jasa secara daring, kegiatannya dilakukan dengan sistem online dan menjangkau semua lapisan masyarakat. Sebagai situs jual beli online, olx memberikan kesempatan kepada siapapun untuk melakukan aktifitas jual beli di dalam web nya. Fasilitas yang diberikan seutuhnya ditujukan untuk menghubungkan antara si penjual dan si pembeli hingga terjadinya komunikasi dan berujung pada transaksi yang saling disepakati. Begitu juga dengan situs bukalapak.com yang menyediakan platform bisnis secara online dan menjadi pusat perbelanjaan daring (online marketplace) di Indonesia. Selain itu, tokopedia juga hadir sebagai toko daring yang memungkinkan setiap individu, kelompok, komunitas, toko kecil, dan merek tertentu untuk membuka dan mengelola tokonya secara online. Kehadiran tokopedia juga disambut baik oleh masyarakat Indonesia khususnya bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Ketiga aplikasi ini bisa dikelola secara langsung oleh pedagang, dalam artian dikontrol langsung oleh pedagang untuk kemajuan usahanya sendiri.






Pola Pikir Pengusaha Wajib di Era Digital

Di era digital ini, pengusaha harus terus mengembangkan pola pikirnya agar tidak ketinggalan. Pola pikir pengusaha yang seperti apa yang wajib kamu miliki agar bisa bersaing di era digital ini?


  • Selalu Terbuka terhadap Perubahan

Salah satu karakteristik utama era digital adalah perubahan yang sangat cepat. Kamu harus membuka diri terhadap perubahan ini, terus mempelajari peluang dan manfaat yang bisa kamu dapatkan dari perubahan-perubahan ini.


Media sosial, contohnya. Pada awal kemunculannya, media sosial ini murni digunakan untuk bersosialisasi, menjalin pertemanan lintas batas. Saat ini, media sosial sudah menjadi media promosi yang paling masif dan efektif. Banyak sekali bisnis yang memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi. Bahkan, tidak sedikit bisnis yang hanya eksis di media sosial, tanpa perlu memiliki toko atau kantor resmi.


Cara melakukan kampanye marketing pun terus berubah sepanjang waktu. Iklan di televisi dan radio, serta di surat kabar, mungkin sudah tidak relevan lagi. Kamu harus terus mencari bentuk dan gaya promosi yang menarik bagi calon pelangganmu.


  • Fokus pada Pelanggan

Perilaku konsumen di era digital ini pun sudah banyak berubah. Dulu, sebelum ada internet, konsumen jauh lebih sabar. Sekarang, semuanya serba instan.


Pelanggan saat ini selalu ingin segalanya serba cepat, setidaknya, mereka bisa mendapatkan jawaban atau kepastian sesegera mungkin. Selain harus memuaskan mereka dengan kualitas barang atau jasa yang kamu tawarkan, kamu juga harus memenuhi kebutuhan mereka akan informasi dengan sesegera mungkin. 


Kamu juga harus fleksibel dalam menangani permintaan pelanggan. Kebanyakan pelanggan pada saat pemesanan akan memberi catatan tambahan atau permintaan yang di luar kebiasaan. Selama kamu bisa memenuhi permintaan mereka, sebaiknya kamu penuhi. Kalau kamu tidak bisa memenuhi permintaan mereka, sampaikan alasanmu sejelas mungkin, tanpa bersikap defensif apalagi ofensif.


  • Kreatif dan Inovatif

Era digital ini juga menuntut pengusaha untuk selalu kreatif dan inovatif, khususnya dalam melangsungkan kampanye marketing. Mulai dari materi kampanye, cara, sampai media yang digunakannya. 


Yang kamu harus selalu ingat, dengan kemudahan membuka toko atau bisnis online, kompetisi menjadi sangat ketat dan tinggi. Kamu tidak lagi bisa menggunakan cara-cara lama seperti bermain harga. Kamu harus terus mencari cara baru agar bisnismu menonjol dari semua kompetitormu.


  • Integrasikan Semuanya


Calon pelangganmu mungkin terbagi ke dalam beberapa kelompok: pengguna smartphone, pengguna tablet, dan pengguna laptop. Atau pengguna Instagram, pengguna Facebook, dan pengguna Twitter.


Integrasikan semuanya. Kamu harus hadir di semua platform yang sering mereka kunjungi. Kalau mereka mau menghubungi bisnismu untuk menanyakan sesuatu, beri mereka pilihan yang luas: messaging lewat semua media sosial, plus WhatsApp, dan mungkin Skype.


  • Cerita, bukan Berita

Dengan kemajuan teknologi dan semakin cepatnya internet, kebanyakan calon konsumen kamu mendapatkan segala informasi yang mereka inginkan dari gadget mereka, entah itu ponsel, tablet, atau laptop. Hampir semua informasi yang mereka dapatkan berupa newsfeed, atau berita, sehingga bagi mereka hal ini sudah biasa.


Agar kamu bisa menonjol di internet, kedepankanlah cerita, bukan berita. Ceritakan proses berdirinya bisnismu. Ceritakan dampak dari bisnismu terhadap lingkungan di sekitarnya. Ceritakan pengalaman pelangganmu ketika berbelanja di tokomu, atau ketika menggunakan atau mengonsumsi daganganmu. Cerita-cerita ini akan lebih menarik perhatian daripada sekadar tagline iklan yang sudah terlalu banyak mereka dengar.


Kamu juga harus memiliki pola pikir yang proaktif menanggapi ulasan konsumenmu. Ulasan konsumen ini, disadari atau tidak, merupakan bentuk lain dari cerita tadi, yang di satu sisi bisa meningkatkan penjualanmu, dan di sisi lain, bisa juga menjatuhkan bisnismu.   

  • Human Touch

Yang menarik dari perkembangan di era digital ini adalah teknologi secanggih apa pun masih belum bisa menggantikan faktor human touch. Meskipun kamu sudah mengintegrasikan semua teknologi digital dalam bisnismu, kamu masih harus mengedepankan faktor manusia, khususnya untuk berinteraksi dengan pelangganmu. 


Konsumen masih dan akan selalu senang kalau kamu bisa mengingat nama atau kisah yang pernah mereka ceritakan kepadamu.

  • Perluas dan Perkuat Jaringanmu di Dunia Maya

Kamu mungkin hanya punya satu outlet di satu kota kecil. Pasti kamu juga punya impian untuk membuka cabang lain di kotamu, atau di kota lain. Sebelum kamu lakukan itu, ada baiknya kamu perluas dulu jaringanmu di dunia maya. Selain kamu belum perlu mengeluarkan investasi besar, kamu bisa menguji dulu apakah responnya seperti yang kamu harapkan. 


-Farah Wirnawati-


No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini