Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Tuesday, May 26, 2020

Akses Internet yang Belum Merata Menjadi Hambatan dalam Sistem Belajar Daring


Pendemi corona (Covid19) yang melanda Indonesia sudah berlangsung satu bulan belakangan, tepatnya tanggal 2 Maret 2020 saat pemerintah mengumumkan kasus corona pertama. Sampai saat ini (19 Mei 2020) telah 18.495 kasus positif, positif 4.467, meninggal 1.221 (detiknews) orang di Indonesia terpapar virus corona. Virus ini juga telah menyerang hampir seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Dampak dari virus corona menyerang hampir seluruh segi kehidupan, salah satunya bidang pendidikan. Seruan social distancing dan physical distancing oleh pemerintah telah gencar dilakukan untuk memutus tali rantai perkembangan virus corona. Proses belajar mengajar saat ini menggunakan system daring atau online dan menggunakan aplikasi yang tersambung ke internet.
Dengan adannya perubahan system online tentu banyak hambatan yang dirasakan oleh sebagian pelajar maupun mahasiswa. Hambatan utama yang dirasakan adalah jaringan internet yang tidak merata di sebagian daerah terutama daerah terpencil, karena masih banyak daerah-daerah terpencil yang akses internetnya kurang bagus. Tentunya ini sangat berpengaruh bagi mereka yang sedang belajar online. Banyak dari mereka yang hidup di daerah terpencil harus ada yang ke kota yang ada didaerah mereka demi mendapatkan sinyal yang bagus. Dan juga biaya pulsa dan kouta internet yang tentu bertambah dengan menggunakan media online tentu saja biaya internet melonjak, baik untuk para guru/dosen ataupunsiswa/mahasiswa. Walaupun sebagian universitas memberikan kouta secara gratis kepada mahasiswa, tetapi permasalah kouta dan internet masih hambatan yang cukup berpengaruh selama proses belajar daring. Ditambah dengan kondisi ekonomi yang tidak semakin baik, tentu saja beban pulsa internet ini juga menjadi hambatan dalam optimalisasi pembelajaran online.
Selain itu hambatan yang ada selama belajar daring yaitu pengawasan kegiatan pembelajaran tersebut. Kurang efektif dan masih awamnya sebagian pelajar dalam belajar daring tidak sedikit dari mereka yang tidak terlalu paham dengan materi yang disampaikan oleh guru/dosen. Dan juga karena belajar secara online memikirkan bagaimana mentransfer ilmu kepada pelajar dan juga membentuk pribadi yang baik. Kesimpulannya kita semua harus lebih menyadari perlunya usaha bersama untuk mengatasi penyebaran virus corona ini. Dengan belajar, bekerja, dan beribadah di rumah sudah membantu Indonesia dalam pemutusan rantai covid 19. Mungkin masih ada hambatan yang dirasakan oleh semua orang termasuk pelajar, tetapi ada sisi positif yang bisa dirasakan selama pademi ini. dan semua permasalahan yang ada saat ini bisa teratasi dengan cepat.
-Annisa Indah

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini