Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Monday, June 17, 2019

Krisis Beretika Memanifestakan Krisis Lingkungan Hidup


Pekan lalu, bertepatan dengan diselenggarakannya Hari Raya Idhul Fitri 1440 H seluruh manusia di dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup. Seperti yang kita ketahui, setiap tahunnya 5 Juni ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup sedunia. Peringatan tersebut menjadi peringatan dalam arti yang sesungguhnya kepada kita sebagai manusia. Masalah krisis beretika dan bermoral terhadap lingkungan hidup semakin menjadi sebuah keprihatinan dan ketidakwajaran. Manusia bukan satu-satunya makhluk hidup yang ada di dunia, sebab Tuhan menciptakan manusia sejajar dengan makhluk hidup lainnya yaitu; hewan dan tumbuhan. Manusia semakin kejam memperlakukan alam, Uji Amdal yang seharusnya menjadi tolak ukur kelayakan suatu proyek terhadap lingkungan sering kali diselewengkan oleh para pelaku bisnis demi kepentingan pribadi. Hasilnya, alam semakin rusak karena menjadi sasaran ketidak bertanggungjawaban orang-orang yang tidak memiliki etika dan moral. Bahkan seperti tidak cukup itu saja mirisnya penembakan terhadap satwa liar kian memarak. Pembunuhan terhadap hewan dibenarkan dengan suatu alasan.

Etika pemeliharaan dan pelestarian semakin rusak. Lewat pencerdasan dan pengedukasian seharusnya manusia bisa meneruskannya dengan melakukan internalisasi terhadap diri atas pentingnya pelestarian dan pemeliharaan lingkungan hidup. Etika pelestarian dan pemeliharaan seharusnya menjadi bagian dari way of life. Justru kini rasa kepedulian manusia terkalahkan oleh keserakahan mereka, konservasi yang digembor-gemborkan dipertanyakan, apakah manusia benar-benar memiliki etika dan kepeduliaan terhadap lingkungan atau hanya sekedar sebuah pencitraan untuk sebuah kepentingan. Pada akhirnya, entah itu pembunuhan terhadap hewan ataupun perusakan terhadap alam, hal tersebut tetap bagian dari sebuah kejahatan. Mari kita memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia ini dimulai dari memperingati etika diri sendiri.

-Aurelia Bianda-

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini