Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Thursday, June 20, 2019

Alarm Pencemaran Sampah Plastik Terhadap Lingkungan Hidup


Permasalahan sampah plastik yang mempengaruhi kelangsungan lingkungan hidup.  Sampah plastik adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia. Sampah plastik merupakan pencemaran tropogenic, yang artinya akan mengarah langsung ke laut lepas.  Pengelolaan yang tidak tepat menjadi salah satu akar masalah sampah plastik di Indonesia khususnya, dibutuhkan dana mencapai 13 miliar untuk penanganan sampah plastik dan jelas pemerintah sampai saat ini belum terlalu fokus menangani masalah ini. Jika di korelasikan maka ada kaitannya antara cemaran sampah plastik yang ada di lingkungan terhadap kelangsungan daya dukung lingkungan hidup. Ini menghasilkan masalah lingkungan hidup yang sangat serius bagi kita. Menurut Bank Dunia, kota-kota di dunia menghasilkan sampah plastik hingga 1,3 miliar ton setiap tahunnya. Apalagi di Indonesia menyentuh angka 100 miliar hamper setiap tahunnya mengingat bahwa kantong plastik di Indonesia merupakan barang yang gratis.

Sampah plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara. Salah satu jenis partikel dalam plastik yaitu microplastic. Microplastic adalah partikel yang sangat kecil ukurannya dan ternyata sudah merambah masuk ke ekosistem perairan air tawar maupun air laut  dan merusak biota laut diantaranya terumbu karang, ikan ikan konsumsi dan beberapa bivalvia. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah jenis microplastic fiber karena bersifat tahan lama. Sebenarnya, konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna.

Kini dampak sampah terhadap lingkungan hidup pun semakin buruk. Salah satunya yang paling serius adalah sisa-sisa kantong plastik telah banyak ditemukan di dalam kerongkongan anak elang laut di pulau Midway, Lautan Pasific. Selain itu, hewan-hewan yang sedang beraktivitas dapat terjerat dalam tumpukan plastik. Berdasarkan riset yang di lakukan Jenna Jambeck tahun 2015 yang menyebut bahwa Indonesia menjadi negara peringkat ke-2 dari 192 negara sebagai penyumbang sampah plastik ke lautan, sudah seharusnya kita sadar bahaya dari sampah plastik di lautan untuk masa yang akan datang. Tak luput juga, kita harus menggalakan aksi bebas microplastik yang dimana nantinya sampah plastic dapat dikelola dengan melakukan aksi 3R (reduce, reuse, dan recycle).

-Yusnia Rahmah A-

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini