Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Monday, May 13, 2019

Memaknai Pendidikan pada Moral dan Intelektual

Pendidikan sebagai sebuah kata dengan beribu makna, ilmu bisa dicari namun moral harus dibentuk. Pendidikan tak hanya soal ilmu pengetahuan, nilai, atau pun pelajaran. Namun melingkupi sebuah cara untuk membangun masa depan manusia. Kemampuan intelektual merupakan kemampuan berpikir secara luas, namun juga mendalam. Kemampuan intelektual tak hanya didasarkan pada jenjang sekolah, namun juga dari lingkungan hidup, melingkupi keadaan lingkungan sekitaran, seperti komunikasi dengan sekitar contohnya dengan teman, keluarga, bahkan orang tak dikenal. Sesungguhnya pengasahan intelektual akan selalu bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun, kemauan dan kebiasaan untuk berpikir akan menghasilkan manusia cerdas yang dapat berpikir realistis, sesuai akan logika dan keadaan yang ada, baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Namun manusia yang cerdas pada hakikatnya akan menyadari betapa pentingnya memiliki moral yang baik, karena moral dibangun dalam waktu panjang yang akan terus-menerus membentuk manusia menjadi sosok yang berbudi luhur. Moral manusia akan terus teruji dan terbentuk, tak ada akhir yang ada hanya perkembangan secara terus menerus akan moral, namun moral yang dimiliki seseorang dimasa kini bisa saja mencermikan bagaimana ia sebelumnya.

Lalu pentingkah pendidikan moral dan intelektual? Jawabannya ada pada diri kita sendiri, bagaimana hidup yang ingin kita jalani, dan masa depan yang kita ingin dapatkan. Semakin banyak tujuan kebajikan kita dalam hidup maka semakin tinggi pulalah keharusan kita dalam memiliki intelektual dan moral yang baik. Semakin tinggi target yang dimiliki seseorang maka semakin tinggi pula persyaratan yang ia harus miliki untuk mencapainya. Namun apabila yang ditanyakan adalah orangtua jawabannya adalah penting, anak-anak tidak akan mengetahui kearah mana dan apa keinginan mereka yang sebenarnya. Orangtua merupakan fasilitator pertama bagi anak termasuk dalam hal pembangunan intelektual dan moral. Pengetahuan akan menjadi dasar dari intelektual, dan sikap perilaku akan menjadi dasar dari moral. Setidaknya hingga anak dapat benar2 menentukan keinginan dan peran serta tujuan yang ingin diambilnya dimasa depan orang tua harus menjadi fasilitator bagi anak dalam mengembangkan intelektual dan moralnya hingga standar tertentu.

-Anisa Ria Saputri-

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini