Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Saturday, January 6, 2018

Ibumu atau Aktivitasmu?

Ingatkah ketika ibumu menggendongmu pada saat engkau masih belum bisa berjalan?, ingatkah ketika ibumu terus menuntunmu hingga engkau menjadi orang yang kuat dengan semua yang telah kamu ucapkan? Dan ingatkah ketika kamu membutuhkan ibumu, lalu ibumu langsung datang dan meninggalkan apapun yang sedang ia lakukan hanya untuk memberikan kebutuhanmu?.

Sekarang, mungkin kamu sudah dewasa, dan kamu tidak lagi membutuhkan ibumu. Lalu apakah ibumu akan membiarkanmu memilih jalan hidupmu sendiri?. Ibumu tidak akan diam saja melihat kamu memilih jalan yang salah, dia akan terus memberimu saran, walaupun kamu pikir ibumu tidak mengerti apa yang sedang kamu rasakan. Bagaimana bisa ibumu tidak tahu menahu tentang apa yang sedang kamu rasakan?. Bayangkan, kamu dilahirkan dari darah dagingnya sendiri, lalu kamu dilahirkan di dunia dengan selamat dengan resiko bahwa nyawa dirinya sendiri menjadi taruhannya.

Secara logika manusia, jika suatu darah daging sudah pernah menyatu, maka perasaan tersebut akan memberikan sinyal peringatan. Entah itu baik ataupun buruk, sinyal itu akan terus memancarkan peringatan kepada pusat dari darah daging tersebut. Sebaiknya jika kamu sudah menentukan langkahmu, pikirkan kembali tuntunan ibumu yang sudah ia berikan pada saat kamu kecil. Karena ibumu tidak akan mungkin senang jika kamu tidak nyaman, menderita, dan putus asa. Seimbangkan apa yang menjadi keinginanmu dan dengarkan saran ibumu, agar seluruh aktivitasmu mendapatkan restu dari ibumu dan otomatis Insyallah Tuhanmu akan merestuinya.

-Suryo Adiwibowo-

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini