Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Wednesday, April 21, 2021

Feminisme di Era Milenial

Feminisme di Era Milenial


C:\Users\AGIL\Downloads\Aktivis-perempuan-saat-gelaran-Womens-March-Jakarta-yang-diadakan-untuk-merayakan-Hari-Perempuan-Internasional-tahun-2017.-850x600.jpg


            Feminisme merupakan konsep kesetaraan gender yang masih terus digaungkan hingga saat ini. Feminisme juga kerap mengundang pro dan kontra. Namun tidak dipungkiri bahwa gerakan ini memiliki banyak manfaat untuk wanita sekaligus bagi para pria. Ide besar feminisme adalah memberikan hak dan kesempatan yang sama antara wanita dan pria dalam berbagai hal, mulai dari pekerjaan, hak politik, hingga peran dalam keluarga serta masyarakat. Salah satu kesalahan persepsi tentang feminisme adalah gerakan ini dilihat semata-mata sebagai usaha para wanita untuk menjadi lebih hebat dari pria sehingga pria merasa terintimidasi. Bahkan di kalangan wanita sendiri, tidak sedikit yang menganggap feminisme sebagai cara berpikir perempuan yang ingin memberontak dari kodratnya. Padahal, feminisme lebih bertujuan untuk menyetarakan hak wanita dengan para pria yang dalam banyak tradisi dianggap sebagai gender yang lebih superior. Feminisme juga memungkinkan wanita untuk bebas memilih jalan hidupnya sendiri, sekalipun pilihannya tidak sejalan dengan pandangan umum yang berlaku di masyarakat. Perempuan kini telah dapat bersaing di dunia global bersama kaum laki-laki bahkan sudah ada beberapa perempuan Indonesia yang kini telah menginspirasi anak-anak bangsa serta sudah banyak pula perempuan yang masuk dalam pemerintahan dan berkontribusi pada pemutusan kebijakan. Sebut saja tokoh-tokoh publik wanita yang menginspirasi seperti Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Najwa Shihab (Jurnalis), Dian Pelangi (Desainer), Anggun (Penyanyi), Liliana Natsir (Atlet Bulutangkis), Dewi Lestari (Penulis) dan masih banyak lagi perempuan inspiratif lainnya. Hal tersebut sejatinya sudah dapat membuka mata kita bahwa di era modern dan milenial saat ini, kedudukan seorang perempuan dapat dikatakan setara dengan laki-laki. Satu hal yang pasti, kini gender tak lagi dipandang sebagai sesuatu yang berat sebelah melainkan sudah menjadi hal yang layak untuk dihormati, gender tak lagi dipandang sebagai tembok penghalang bagi kaum perempuan untuk mencapai suatu tujuan dalam hidup. Perempuan milenal saat ini rata-rata menikmati pendidikan yang lebih baik ketimbang ibu atau neneknya. Generasi milenial saat ini adalah generasi paling terdidik. Kondisi ini menjadikan generasi milenial utamanya perempuan yang makin kritis terhadap ketidakadilan berbasis gender yang masih ada di lingkungan mereka. Sejatinya feminisme bisa membantu kita sebagai masyarakat Indonesia untuk memenuhi hak keadilan gender dan membebaskan semua orang untuk dapat memilih apa yang terbaik bagi mereka. Emansipasi wanita kini mulai terdorong, namun hal ini juga turut menyisakan pertanyaan besar perihal sejauh mana batas kebebasan perempuan ini akan melebar.
-Agil Prasojo

 

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini