Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Monday, June 24, 2019

Kualitas Udara Jakarta Sudah Mengkhawatirkan



Jakarta merupakan kota terpenting bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan juga pusat kegiatan masyarakat Indonesia. Seluruh kegiatan bersentral di Jakarta, jadi terdapat berbagai macam kegiatan industri di dalamnya. Kondisi ini menjadikan jakarta memiliki daya tarik yang kuat bagi banyak orang, terutama masyarakat yang tinggal di pedesaan. Banyaknya penduduk yang tinggal di Jakarta membuat Jakarta penuh dan sesak serta dibanjiri oleh kendaraan bermotor yang dari waktu ke waktu terus bertambah. Hal itu menyebabkan kondisi udara di wilayah Jakarta menjadi tidak sehat. Bukan hanya kendaraan bermotor saja, manusia sering kali menciptakan teknologi untuk memenuhi kehidupannya yang tidak lain mereka ambil dari lingkungan. Kian hari kebutuhan-kebutuhan harus dipenuhi dan membentuk jiwa konsumtif di diri mereka dan juga cenderung merusak lingkungannya. Kota ini, Jakarta, sempat menempati puncak  daftar kota dengan kualitas udara terburuk di Asia Tenggara pada tahun 2018 dan Hanoi berada di urutan keduanya. Seperti yang kita tau pencemaran atau yang lebih akrab disebut polusi udara ini sangat tidak bagus bagi kesehatan semua makhluk hidup. Penyumbang polusi udara di Jakarta tidak hanya kendaraan bermotor, melainkan dari pabrik dan juga limbah rumah tangga.
Zaman sekarang banyak sekali kalangan anak muda yang tidak peduli dengan kondisi sekitarnya Khususnya di Ibu Kota Jakarta ini, mereka mengendarai kendaraan bermotor padahal umur mereka belum tentu sudah pantas. Bisa kita lihat rata-rata anak-anak di Jakarta menggunakan kendaraan sepeda motor ataupun mobil untuk sekolah, mereka tidak sadar akan lingkungannya yang mulai rusak. Mereka hanya memikirkan gengsi. Karena mereka beranggapan jika mereka mengendarai kendaraan, mereka sudah dianggap keren atau semacamnya oleh teman-temannya. Ditambah lagi dengan peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang beroperasi di Jakarta. Ini adalah penyebab utama buruknya kualitas udara Jakarta. Kontribusi polusi yang ditimbulkan dari kendaraan bermotor mencapai 60 persen. Sektor transportasi mempunyai ketergantungan terhadap sumber energi yang berdampak terhadap kehidupan dan lingkungan. Penggunaan bahan bakar minyak dalam kendaraan bermotor akan selalu mengeluarkan zat antara lain, karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO), dan zat berbahaya lainnya. Udara yang tercemar oleh zat-zat ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Gangguan tersebut terjadi pada fungsi dari organ tubuh seperti paru-paru dan pembuluh darah. Manusia akan mengalami sesak napas dan lebih parahnya kematian, jika tidak segera mendapat udara segar. Manusia bisa memulai meminimalisir penggunanaan mobil pribadi, merawat mobil dan motornya agar tidak boros bahan bakar dan asapnya tidak terlalu mengotori udara, serta penanaman pohon agar dapat mengurangi polusi udara.
Penyumbang kedua polusi terbesar di Jakarta adalah Asap dari pabrik yang berasal tidak jauh dari wilayah Jakarta. Terdapat delapan PLTU batu bara yang sudah beroperasi di sekitar Jakarta. Emisi dari PLTU yang telah beroperasi akan meningkatkan risiko kesehatan pada seluruh penduduk Jabodetabek dan menyebabkan kematian dini dan juga kelahiran bayi dengan berat lahir yang rendah pertahunnya. PLTU di Indonesia masih diperbolehkan untuk mengeluarkan emisi 20 kali leih tinggi dibanding PLTU di Cina. Pemerintah mengusulkan untuk membangun empat tambahan PLTU yang akan membuat langit Jakarta tampak lebih gelap. Kalau ini benar, situasi ini akan menjadi semakin parah di masa depan. Sementara di Cina sana, mereka telah menutup PLTU di  Beijing untuk mengurangi tingkat polusi udaara yang berbahaya. Indonesia malah melakukan hal sebaliknya terhadap ibukotanya. Jakarta akan menjadi ibukota negara yang dikelilingi PLTU baru terbanyak dibandingkan ibu kota lainnya. Emisi dari PLTU yang akan dibangun akan meningkatkan paparan dari polutan nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan yang lainnya. Ditambah lagi emisi dari jutaan mobil di jalanan Ibu Kota Jakarta secara bersamaan. Bisa dibayangkan tidak bagaimana kualitas udara Jakarta saat ini? Sungguh menyedihkan.
Penyumbang ketiga adalah limbah rumah tangga. Hal ini tidak boleh diabaikan. Banyak orang yang tidak mengetahui kalau aktivitas sehari-hari seperti memasak dan bersih-bersih juga sebenarnya berkontribusi pada tingginya tingkat polusi udara. Bahkan aktivitas sederhana seperti mendidihkan air dengan kompor bisa berkontribusi terhadap tingginya tingkat polusi udara. Menurut peneliti, tingkat kualitas udara dalam rumah bisa setara dengan kta besar yang tercemar. Tapi tenang, hal ini bisa diatasi dengan memperbanyak tanaman di dalam rumah. Fungsi tanaman sendiri agar ia dapat menyerap karbon diosida dan melepaskan oksigennya. Selanjutnya, untuk ibu-ibu atau bapak-bapak yang sering melakukan pembakaran sampah untuk menjadi menjadi jalan pintas agar rumah cepat bersih, ini adalah tindakan yang tidak kalah berbahaya. Melihat tumpukan sampah yang ada di rumah memang sangatlah menganggu pemandangan dan juga mencemari lingkungan, tapi apakah pilihan untuk membakar sampah merupakan pilihan yang tepat? Oh tentu tidak. Membakar sampah baik di lingkungan rumah sendiri atau di tempat pembuangan sampah yang ada di sekitar tempat tinggal sudah dilarang. Ini terdapat dalam Peraturan Daerah (PERDA) nomor 2 tahun 2005. Sampah yang dibakar melepaskan karbon dioksida yang justru akan memperparah pemanasan global. Ini juga akan menimbulkan masalah baru bagi kesehatan. Lagi-lagi soal kesehatan. Apabila kita menghirup terlalu banyak karbon dioksida, oksigen ke seluruh tubuh akan terganggu. Asap hitam yang ditimbulkan dari pembakaran sampah akan menghasilkan zat yang jauh lebih berbahaya dari asap rokok. Pembakaran ini juga sangat berbahaya bagi wanita hamil karena akan menyebabkan bayi dalam kandungan terkena racun yang berbahaya baginya. Terakhir adalah asap rokok yang sering kita temui di manapun. Mau di luar ruangan maupun di dalam ruangan, banyak sekali orang yang tak bertanggung jawab membuang asapnya di sembarang tempat. Pasti tau dong bahayanya asap rokok bagaimana? Saat seseorang merokok, sebagaian besar asapnya tidak masuk ke paru-paru perokok. Namun, sebagian besar asapnya dilepaskan ke udara dan terhirup oleh perokok pasif. Ini berdampak buruk juga. Makin seseorang sering terpapar asap rokok, makin tinggi risiko gangguan kesehatan yang dialaminya.
Pemerintah sudah melakukan sejumlah upaya untuk mengembalikan cerahnya udara Jakarta dan bebas dari asap polusi. Pemerintah melakukan uji emisi kendaraan bermotor, mereka memantau kualitas udara Ibu Kota melalui stasiun pemantau kualitas udara (SPKU). Pemerintah juga menerapkan pembatasan kebijakan kendaraan melalui memberlakukan ganjil-genap di beberapa wilayah di Jakarta. Pemerintah juga akan terus melakukan yang terbaik untuk memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota ini agar penyumbang polusi udara tidak lagi berlaku.


-Pratiwi Wijayanti-

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini