Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Tuesday, May 21, 2019

Pendidikan Tak Cukup Hanya Intektual, Tetapi Juga Moral!



Sudah sangat lama bangsa Indonesia disuguhkan dengan berita-berita yang menjadi kondisi tragis bangsa ini. Berita yang sepertinya biasa terdengar adalah kasus korupsi, yang pelakunya terus bergantian muncul layaknya seorang artis yang sedang naik daun. Sebut saja mulai dari kasus Gayus Tambunan, penggelapan pajak milyaran rupiah yang saat itu menjadi ‘berita utama’ media dalam beberapa tahun yang lalu. Kemudian muncul sosok Nazaruddin yang tak mau kalah untuk menjadi ‘selebritis’, namanya-pun kemudian melambung karena kasus korupsi yang juga miliyaran rupiah, dan diberi nama kasus Wisma Atlet. Lalu kemudian  yang beberapa tahun lalu sempat heboh adalah Mantan ketua DPR yaitu Setya Novanto dalam kasus korupsi E-KTP Yang merugikan negara hingga Triliyunan Rupaih.

Jika diperhatikan, mereka diatas adalah orang-orang yang memiliki intelektual tinggi, namun sayang  bermoral rendah. Intelektual ternyata tidak menjamin orang mempunyai moral. Kasus-kasus korupsi yang biasanya dilakukan oleh mereka yang ber-intelektual tinggi menjadi fenomena tersendiri bagi Bangsa ini. Orang-orang yang sepatutnya menjadi harapan untuk kemajuan, malah menjadi borok bagi bangsanya sendiri. Sehingga muncul-lah istilah penjahat berdasi yang merampok dengan jas dan dasi. Yang mesti dikawal oleh puluhan orang saat akan diadili.

Kita sebagai Mahasiswa Indonesia adalah pemuda Indonesia. Estafet kepemimpinan yang dipegang oleh pemerintah sekarang, kelak akan diberikan kepada pemuda-pemuda. Tentu Indonesia membutuhakan pemuda-pemuda yang bukan cuma berintektual tinggi tapi juga bermoral.  Sehingga tidak menggunakan kecerdasan dan kemampuannya hanya untuk menindas yang lemah. Jika tidak,  maka makin banyak saja sampah-sampah intektual tinggi tetapi tidak bermoral  akan terus berkuasa di tanah air sehingga rakyat biasa yang tidak memiliki pendidikan tinggi akan semakin lemah dan tertindas. Ini berarti kita kembali menjajah bangsa kita sendiri.

Tak cukup hanya intektual , teapi butuh moral , moral tidak hanya didapat dengan sekedar melakukan aktifitas keagamaan.tidak ada jaminan , Moral didapat dalam kemauan keras untuk memilki keteguhan hati untuk melakukan , kebenarandan bukan didapat dengan sendirinya. Negara Indonesia memili banyak para kaum intektual tinggi tetapi bangsa ini krisis orang bermoral.


-M. Romdoni Sofa-

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini