Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Tuesday, October 16, 2018

Secarik Kertas Untuk Pemuda Pemudi Indonesia



Sudahkah merasa terpanggil saat negeri ini berteriak meminta pertolongan? Sudahkah merasa terpanggil saat rakyat menjerit hanya karena kelaparan? Sudahkah kau sadar bahwa kau adalah seorang pemuda dan pemudi Indonesia. Lalu kemana saja kau saat mereka semua menjerit, menatapmu amat tajam, hingga merangkak ke arahmu karena membutuhkanmu? Iya, kamu yang mereka harapkan dapat membawa perubahan untuk mereka. Kamu wahai pemuda yang memiliki tenaga dan pikiran lebih dari usia lainnya.
Sejatinya manusia merupakan makhluk sosial. Keberagaman bangsa Indonesia menjadikannya tantangan demi terwujudnya bangsa yang satu. Dahulu, pemuda-pemudi rela mengorbankan harta, tenaga, pikiran hingga jiwa mereka demi bersatunya negeri ini. Bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Ingatkah kamu kalimat yang disampaikan pahlawan kita? “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 1 pemuda. Niscaya akan kugoncangkan dunia” (Bung Karno). Kaulah yang ditunggu wahai pemuda-pemudi Indonesia, berjuanglah, berdamailah, bangkitlah, majulah demi Indoensia! Putih lambang yang suci, naik berkibar atas angkasa, memanggil kami sedar semula, biar melayang nyawa yang sakti, meninggalkan alam dunia yang fana, asal nusaku tetap merdeka…berjuanglah wahai pemuda, wujudkanlah tulisan dalam secarik kertas yang telah usang itu.

- Dede Marliana - 

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini