Situs resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta


Tuesday, September 25, 2018

Satu Kata Yang Menyatukan


Tanah kita satu, bangsa kita satu, bahasa persatuan kita pun satu. Kita semua memang harus bersatu tapi bukan berarti melarang adanya perbedaan. Negara ini adalah negara religius, bukan theokrasi apalagi sekuler. Negara ini tidak terdiri dari puluhan atau ratusan suku bangsa saja tapi ada ribuan.   bahasa daerah negeri ini pun mencapai ratusan. Kondisi ini sudah ada sejak dulu bahkan sebelum negeri ini merdeka. Jika ada yang menentang adanya perbedaan di negeri ini berarti kalian menentang semua pahlawan yang ikut andil untuk memerdekakan negeri ini. Negeri ini lahir, negeri ini merdeka, negeri ini berkembang semua karna adanya perbedaan. Bukannya indah melihat banyak warna pada satu lukisan, bukannya elok jikalau ada banyak corak pada kain taplak mu, bukannya merdu jikalau ada banyak jenis nada yang terkandung pada lagu kesukaan mu, bahkan ketika kau makan sekalipun tidak akan terasa sedap jika hanya ada satu lauk saja, lantas mengapa masih ada saja orang-orang yang merasa adanya perbedaan itu adalah hal yang harus disamakan di negeri ini. Banyak kasus terjadi dengan beralasan perbedaan, apakah tidak malu dengan status kewarganegaraan mu.
Saya yakin di agama mana pun, di pulau mana pun, di suku mana pun pasti dianjurkan untuk menciptakan perdamaian dan melarang yang namanya pertikaian. Bahkan pertikaian terjadi tidak hanya pada yang berbeda tapi juga sering terjadi pada mereka yang memiliki kesamaan, mau sampai kapan negeri kita hancur akibat ulah bangsanya sendiri. Ayo cobalah berbenah diri, redakan ego masing-masing, mulai bersikap baik kepada siapa saja, jika kita memiliki pandangan kepada orang lain tentang dia dari agama mana, suku mana, ras mana sampai Negara ini dijajah kembali pun kalian tidak akan pernah menemukan kesamaan. Cobalah berpandangan sedikit lebih luas, jika memang kalian tidak ingin ada perbedaan coba pandanglah orang lain sebagai sebagai satu kata yaitu Indonesia. Sesederhana itu kan? Terkadang kita terlalu memikirkan hal-hal yang terlalu jauh padahal sesuatu yang dekat saja bisa menyamakan kita semua. Mulai berhenti memberikan pandangan “aneh” pada seseorang yang terlihat secara fisik beda dengan kita, mulai berhenti untuk menjaga jarak pada orang yang berbeda keyakinan dengan kita, sudah saatnya kita hidup rukun sesama warga negara Indonesia. Karena yang sama belum tentu menguatkan, yang beda belum tentu memisahkan, tapi jika kita seluruh bangsa Indonesia sudah pasti akan menyatukan.

- Willy Dwi Saputra -

No comments:

Post a Comment

Kamu punya kritik dan saran? Silahkan melalui kolom komentar di bawah ini